MAKASSAR – Faktahukumsulsel.id – Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM, hadir sebuah gagasan yang mengedepankan semangat gotong royong, pemberdayaan masyarakat, dan kemandirian ekonomi. Melalui Koperasi Sajadah Merah Putih, komunitas janda dan duda dihimpun dalam sebuah ekosistem bisnis produktif yang dirancang untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat sektor usaha mikro di Kota Makassar.
Penggagas program tersebut, H. Hasbullah Iskandar, yang akrab disapa Bang Hary JJ, menegaskan bahwa Koperasi Sajadah Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan wadah pemberdayaan masyarakat yang bertujuan melahirkan pelaku-pelaku usaha baru melalui sistem bisnis yang terintegrasi.
Program perdana yang menjadi penggerak utama adalah Bisnis Bakso Sajadah. Menurut Bang Hary JJ, usaha ini dipilih sebagai pintu masuk membangun ekosistem bisnis koperasi karena memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Bakso merupakan makanan yang digemari hampir seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, dengan waktu penjualan yang relatif panjang, dari pagi hingga malam hari.
Kondisi tersebut dinilai mampu mempercepat perputaran modal sekaligus mempercepat proses perekrutan anggota koperasi.
Konsep bisnis yang dibangun tidak berhenti pada penjualan bakso semata. Koperasi Sajadah Merah Putih mengembangkan sistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada sektor hulu, anggota didorong mengembangkan usaha penyediaan bahan baku, seperti peternakan ayam broiler, peternakan sapi, hingga berbagai sektor pendukung lainnya. Sementara pada sektor hilir, para janda diberdayakan sebagai mitra pemasaran yang memanfaatkan sistem penjualan berbasis aplikasi digital sehingga produk dapat menjangkau konsumen secara lebih luas.
Bang Hary JJ menjelaskan bahwa seluruh anggota akan saling terhubung dalam satu rantai usaha yang saling menguatkan. Dengan pola tersebut, manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh satu pelaku usaha, tetapi dirasakan bersama oleh seluruh anggota koperasi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, seluruh pelaku usaha yang bergabung otomatis menjadi anggota Koperasi Sajadah Merah Putih. Mereka akan memperoleh pembinaan usaha, pendampingan manajemen, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peluang memperoleh akses pembiayaan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ke depan, koperasi ini menargetkan terbentuknya jaringan Stokis Bakso Sajadah di setiap kelurahan di Kota Makassar sebagai pusat distribusi produk sekaligus pusat pengembangan UMKM berbasis komunitas. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka ribuan peluang usaha baru dan memperluas perputaran ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Pada tahap awal, program ini menargetkan merekrut sekitar 4.500 janda sebagai bagian dari jaringan usaha yang sedang dibangun. Bang Hary JJ optimistis, apabila potensi masyarakat dapat disinergikan melalui koperasi, maka pertumbuhan UMKM akan semakin cepat, kesempatan kerja meningkat, daya beli masyarakat bertambah, dan kesejahteraan warga ikut terangkat.
Ia juga meyakini bahwa meningkatnya aktivitas ekonomi akan membawa dampak sosial yang positif. Semakin banyak masyarakat memiliki usaha produktif, semakin besar peluang menekan angka pengangguran serta meminimalkan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, Bang Hary JJ mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan perbankan, dunia usaha, dan mitra strategis lainnya guna membangun ekosistem pembiayaan yang mampu mendukung pertumbuhan usaha anggota koperasi secara berkelanjutan.
Tidak hanya mengembangkan Bisnis Bakso Sajadah, Koperasi Sajadah Merah Putih telah menyiapkan lebih dari 20 jenis unit usaha yang akan dikembangkan secara bertahap. Setelah bisnis bakso berjalan optimal, koperasi berencana menghadirkan berbagai lini usaha lainnya, seperti Rumah Makan Sajadah, Warkop Sajadah, Sajadah Mart Mini, serta berbagai usaha produktif lainnya yang akan diperluas hingga mencakup 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Seluruh pengembangan tersebut berpijak pada satu prinsip utama, yakni menggerakkan ekonomi kerakyatan dari arus bawah. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam kegiatan usaha produktif, diharapkan sektor UMKM semakin hidup, roda perekonomian daerah terus berputar, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata.
Mengusung slogan “Bersama Membangun Ekonomi, Bersatu untuk Kesejahteraan,” Koperasi Sajadah Merah Putih juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat gerakan koperasi dan UMKM. Koperasi ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis yang bersinergi dengan program Koperasi Kelurahan Merah Putih, sehingga manfaat pembangunan ekonomi benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Bagi Bang Hary JJ, keberhasilan sebuah koperasi bukan semata-mata diukur dari besarnya aset maupun omzet, tetapi dari seberapa banyak masyarakat yang berhasil diberdayakan, memperoleh pekerjaan, memiliki usaha mandiri, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya. Dengan semangat kebersamaan, Koperasi Sajadah Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang melahirkan lebih banyak wirausaha baru serta memperkuat fondasi ekonomi masyarakat Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.
Sumber: Bang Hary JJ
Penulis: Kanda Ali
Editor: Tim Redaksi
