Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Dalam amanatnya, Kapolri menekankan pentingnya tugas yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini menjadi tanggung jawab bersama, sehingga soliditas dan sinergisitas antarpersonel harus terus ditingkatkan.
Sigit menyebut momentum Hari Raya Idul Fitri sangat penting bagi perekonomian nasional karena mendorong perputaran uang yang signifikan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan 143,9 juta masyarakat akan mudik tahun ini, sedikit menurun dibanding tahun lalu. Meski begitu, seluruh petugas diminta tetap waspada, terutama dengan adanya stimulus pemerintah seperti diskon tol, tiket transportasi umum, dan kebijakan work from anywhere.
Kapolri juga memaparkan prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret, sementara puncak arus balik diperkirakan 24–25 Maret dan 28–29 Maret. Pemerintah telah menyiapkan berbagai pengaturan lalu lintas, termasuk pembatasan operasional angkutan barang, sistem one way, contra flow, ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut, hingga alih fungsi penimbangan kendaraan menjadi tempat istirahat.
Selain itu, Sigit mengingatkan kondisi cuaca yang diprediksi berawan hingga hujan lebat, sehingga seluruh anggota di lapangan harus siaga menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Kesiapsiagaan termasuk penyiapan tim tanggap bencana, sarana-prasarana pendukung, dan langkah penanganan pra, saat, dan pasca bencana.
Kapolri juga menekankan pemetaan potensi gangguan kamtibmas, mulai dari premanisme, balap liar, hingga perkelahian antar kelompok. Patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa harus ditingkatkan di titik dan jam rawan. Seluruh jajaran Polsek hingga Polres diminta mendata rumah kosong ditinggal pemudik dan menyediakan penitipan kendaraan untuk keamanan masyarakat.
Sigit menutup amanatnya dengan meminta optimalisasi layanan Kepolisian 110, agar masyarakat merasakan kehadiran polisi yang responsif dan solutif selama arus mudik.
Red
